Trending

Bagaimana Cara Memperkuat Resiliensi kita?

Hasil gambar untuk resiliensi
gambar dari : https://3.bp.blogspot.com/

Resiliensi merupakan kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit (Reivich dan Shatté,2002).


Resiliensi seseorang mutlak dipengaruhi oleh komponen kualitas diri dan kualitas lingkungan seseorang. Oleh karena itu untuk memecah dan memperjelas kedua komponen tersebut saya mencoba memecah menjadi 4 hal, yaitu:

1.      Buku/artikel/jurnal apa saja yang telah dibaca atau bisa juga podcast/video yang di tonton

Pengendalian diri itu erat kaitannya dengan kapasitas serta kualitas berpikir kita. Dan kapasitas kualitas berpikir kita dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas pengetahuan yang kita input dalam otak kita.

Jadi, mulailah menyusun list bacaan/video/podcast untuk upgrade resiliensi kita.


2.      Dengan siapa kita berkawan, dan siapa mentor kita.

Salah satu jurnal dari Jurnal BIS-A tentang kinerja pegawai yang ditulis Triastuti. Menujukan bahwa lingkungan kerja mempengaruhi hingga 79,2% kinerja pegawai. Mentor adalah seorang expert dibidang yang kita geluti yang sudah lebih dulu merasakan asam garam dan tau mana jalan yang berlubang mana yang tidak.

Jadi, jika kamu sulit bersemangat sendirian, maka carilah kawan-kawan seperjuangan yang punya semangat sama dan bias saling menguatkan. Jangan sebaliknya, berteman dengan seseorang yang bawaannya selalu negative, pasti kamupun akan ikut negative.

Dan cari mentor yang pas, yang bias menuntunmu melalui “jalan” yang tepat. Sehingga akselerasimupun lebih cepat. Teman dan mentor 2 hal ini bakal menentukan resiliensimu. Maka mari sesuaikanlah!


3.      Akun apa yang di follow/subscribe

Coba deh kapan-kapan bikin riset kecil-kecilan kamu main gadget berapa lama sehari. Riset dari We Are Social tahun 2018 menemukan data menarik, rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 8 jam 51 menit berselancar di internet, dan khusus media social sebanyak 3 jam 21 menit.

Hitung sendiri berapa persen hidup kita di dunia maya.

Dan sama dengan poin yang pertama, sadar atau tidak, informasi yang lalu Lalang kita lihat di timeline atau beranda media social kita itu memengaruhi pola piker kita. Pasti!.

Bayangin, dengan durasi penggunaan gadget segitu lamanya, akun-akun yang kita follow adalah akun yang positif? Bakal segimana melejitnya pengetahuan dan semangat kitakan?

So, ayo coba mulai selektif dengan akun-akun yang kita follow! Follow akun-akun yang benar-benar positif dan menginspirasi!.

The last, and the most important.


4.      Tambah kualitas dan kuantitas ibadah

Pemilik dari seluruh pemilik, penentu dari segala penentu, dan penguasa dari semua penguasa, adalah Allah subhanahu wa ta'ala. Tidak ada yang luput sedikitpun dari kehendak Allah. Bahkan tidak ada sebutir debupun yang jatuh ke atas tanah kecuali atas izin Allah subhanahu wa ta'ala.

Apalagi hati kita.

Jadi kunci dari semuanya adalah ridho Allah subhanahu wa ta'ala. Dan allah meridhoi kebaikan bagi hambaNya yang bertaqwa. Dan ketaqwaan hamba dilihat dari seberapa kualitas ibadahnya.

Maka mari senantiasa menambah kualitas dan kuantitas dan kuantitas ibadah kita. Yang tadinya sholat wajib nunda-nunda, jadi tepat waktu dan berjamaah. Yang tadinya gatau apa arti bacaan sholat, perlahan-lahan belajar. Yang tadinya sholat dhuha hanya 2 rakaat, ditambah menjadi 6 rakaat dan seterusnya. InsyaAllah dari itu akan Allah selalu kuatkan. Aamiin.
           

Oleh :  Fahrizal Amir (Bang Aming) - Institut Pertanian Bogor (IPB)'13

Teguh Tri Sasongko

Menasihati diri sendiri merupakan salah satu tugas yang tersulit. Karena yang akan melawan nasihat tersebut, adalah diri sendiri.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak