365/365 : The Last Day - Big Thanks 2021

Tak terasa tahun 2021 berlalu begitu cepat, banyak sekali momen-momen yang indah tercipta, begitu pula yang buruk. 2021 mengajarkan kita untuk selalu berusaha untuk lebih keras dan selalu mendekat kepada yang maha pencipta. setelah melalui masa pandemi ini, banyak sekali cerita yang dikarang, baik perkuliahan, organisasi, kehidupan sosial, pekerjaan, dan percintaan. 

semua momen-momen tersebut telah berlangsung 365 hari. terkadang merasa ingin menyerah, namun segala dorongan dalam diri maupun keluarga hingga sampailah dititik dimana aku ingin terus berusaha sekuat tenaga untuk berjuang melalui masa-masa terburuk dalam hidupku. mungkin hal yang menjadi resolusiku untuk 2021 sudah terwujud yaitu memiliki pekerjaan tetap. sewaktu memikirkan hal tersebut juga hanyalah sebuah khayalan belaka, mana mungkin selagi kuliah sudah menjadi pekerja full-time.

Inilah takdir Allah yang diberikan kepadaku, aku sangat bersyukur dan berterimakasih atas segala nikmat dan karuniaNya sampa pada detik ini aku selalu mengucapkan alhamdulillah tanpa henti-hentinya karena segala hal yang diberikan kepadaku. Semoga tak sampat membuat diriku menjadi seorang hamba yang sombong dan angkuh karna tidak pernah bersyukur apa yang diberikan oleh Allah kepadaku.

Selain itu, aku sangat bersyukur dipertemukan oleh berbagai tipe orang dalam tahun ini. Dari situlah aku terus tumbuh hingga sekarang sebagai bahan evaluasi untuk diri ini. Banyak sekali pembelajaran yang didapat dari berbagai orang itu, mulai dari senang, sedih, bahkan sakit hatipun memiliki arti tersendiri, sehingga terkadang ada beberapa waktu aku sangat sulit sekali untuk melepaskan (apanya yang dilepas, digenggam saja belum). Aku terkadang berpikir "Terkadang aku menenggelamkan diriku dengan pikiran bahwa mungkin suatu hari nanti aku akan bisa melupakanmu tanpa mengingat sedikit pun rasa sakit yang kau sebabkan padaku. Suatu hari, aku tidak akan bangun dengan air mata di mata saya". Aku merasa itulah kesalahan terbesar dalam hidupku, bukan karena salah memilih pekerjaan maupun perkuliahan tetapi aku telah bodoh menghabiskan sebagian waktu untuk hal yang cuma-cuma.

mencintai seseorang bukanlah suatu kesalahan, tapi memaksakan cinta untuk orang yang tidak bisa menjadi milik kita adalah kebodohan besar.

Aku telah banyak belajar dari segala kesempatan itu, sehingga aku hanya akan menjadi diriku yang lebih baik dari sebelumnya. Aku tidak akan lagi mengungkit hal-hal yang menyakitkan untuk diriku kedepannya kagi. Terimakasih atas segala yang dibuat. 

Tak perlu ada penyesalan. semua berjalan atas takdirNya, tidak perlu ada yang disalah-salahkan memang begitu jalannya. 

Terimakasih 2021 telah banyak sekali cerita dan pengalaman yang didapat. Mungkin sebagian cerita itu akan aku lupakan dan ada beberapa cerita yang aku kenang sebagai penyesalan terburuku, kesalahan terbesar yang aku pernah buat, dan juga kebahagian dalam hidupku yang pernah terjadi.

Semoga 2022 ini memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa.

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam syurgaKu.

Q.S. Al-Fajr [89]: 27-30)

Teguh Tri Sasongko

Menasihati diri sendiri merupakan salah satu tugas yang tersulit. Karena yang akan melawan nasihat tersebut, adalah diri sendiri.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak