![]() |
| gambar via : greatedu.co.id |
Berbicara rezeki dan kebaikan yang meluas, 39 hari lagi (terhitung
: 23/Juni/2019) umat muslim akan merayakan Idul Adha (InsyaAllah, Semoga
Allah memberikan umur kita untuk sampai).
Biasanya kita menunggu pembagian daging dari orang yang
berkurban. Membuat rencana bersama teman mungkin buat nyate, kumpul, dan
sebagainya. Disana….. ada kebahagian yang bukan dirasakan hanya satu orang
(yaitu orang yang berkurban). Tetapi oleh begitu banyak yang mendapatkan daging
pada hari H. Bahkan…. Kita yang memakan daging itu tidak tau itu daging atas
kurbannya siapa yang kita makan.
Sempatkah kita mendoakannya?
Mari kita doakan kebaikan beliau-beliau.
Pasti setiap dari kita ada yang memiliki keinginan untuk
mencapai kesana…. Memberikan kebahagian juga kepada orang lain. Salah satunya
yaitu BERKURBAN.
Banyak orang yang mampu sebenarnya untuk berkurban, gajinya
sudah cukup, tabungannya sudah memadai. Tapi, mungkin Allah belum
menggerakkannya…
Atau mungkin orang tersebut belum meniatkannya untuk menuju
kesana. Bahkan ada yang merasa mungkin rezeki yang ada masih untuk mencukupi
kebutuhan sehari-hari. Atau bahkan, mungkin orang tersebut masih prioritas di
bentuk kebaikan yang tidak kalah kerennya.
Tapi ngomong-ngomong, semua itu sebenarnya bisa kita
ikhtiarkan.
Misalnya, kita secara perorangan akan berkurban dengan
rencana ambil hewan kurban dengan berat sekitar 36-40 kg, dengan estimasi harga
3 juta.
Dengan menggunakan metode SMART-P (Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely, Place).
Ceritanya…… kita berencana mau kurban 2 tahun lagi. Dengan
estimasi harga setelah inflasi 10% selama 2 tahun, berarti ada peningkatan harga
sebesar 600 ribu. Jadi, harga kambing mungkin 2 tahun lagi mencapai 3,6 juta.
Specific (jelas
mau nabung buat apa) = Nabung untuk berkurban.
Measurable (terukur)
= 150 ribu/bulan.
Achievable (dapat
dicapai) = 150 ribu x 24 bulan = 3,6 juta.
Realistic = Dananya
ada dari tabungan rezeki tiap bulannya.
Timely = 24
bulan.
Place (dimana
nabungnya) = Bisa di Tapenas (Tabungan Perencanaan Masa Depan) otomatis
terpotong dari rekening kita saat setelah gajian, jadi tidak usah repot-repot
untuk transfer sana-sini.
Catatan : Metode SMART didapatkan disaat
kuliah di manajemen, dan P-nya didapat dari KulWap (kuliah WhatsApp) MOMMENKEU.
Estimasi sebelumnya itu adalah hanya
ikhtiar kita untuk menghitungnya sebagai manusia. Lebih kerennya dari, ada
matematika Allah yang memberikan kita kesempatan mungkin bisa untuk berkurban
lebih cepat... Dengan cara indah-Nya.
Selamat menebar kebaikan
Dibuat oleh : Fitria Suartini (Kak Pipit) - Institut Pertanian Bogor (IPB)'14
